Jakarta - Kembali pada Alquran dan hadis. Semangat ini belakangan ramai digaungkan. Dengan bantuan media sosial, 'kembali pada Alquran dan hadis' pun kian dikenal dan terus disuarakan. Seorang muslim memang harus merujuk pada kitab pedomannya, yaitu Alquran dan apa yang sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW melalui riwayat-riwayat hadis. Di sisi lain, ada yang perlu diluruskan dari ajakan ini, agar tidak terjadi kesalahpahaman dan ketimpangan jika 'mentah-mentah' langsung kembali pada Alquran dan sunah Nabi. Melihat fenomena ini, dosen Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr Abdul Moqsith Ghazali, mengatakan pada dasarnya ini adalah anjuran yang baik. Baca juga: Memaknai Jihad Zaman Now Namun perlu diingat, tidak semua orang memiliki kemampuan kembali pada Alquran dan hadis, terutama bagi awam yang sedang semangat-semangatnya belajar agama. Maka, bagi orang awam, penting untuk mendengarkan firman Allah berikut ini. 'Fas aluu...
Pada penulisan kop y belum lengkap,kemudian penulian tanggal pembuatan harusy tdk di ikuti nama kota,penuliasn alanat surat juga madih salahhh madih banyak kekeliruan tolong di baca lagi tata cara menulis surat resmi
BalasHapusNgeh Bu saya akan membenahi lagi bu
Hapus